PANDEGLANG, BANTEN – Panen raya perdana padi varietas PS-08 berskala nasional dipastikan siap digelar di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Rangkaian kegiatan ini menandai matangnya masa tanam pertama di lahan seluas 753 hektare yang telah dibina sejak akhir tahun 2025 melalui kolaborasi erat antara Brigade Pangan Bhakti Bela Negara, kelompok tani mitra lokal, dan jajaran pendukung ekosistem pangan nasional.
Peninjauan kesiapan akhir dilakukan langsung di hamparan areal persawahan kawasan Sukarame, Carita. Koordinasi intensif mencakup kesiapan alat mesin pertanian (alsintan), jalur logistik pengangkutan gabah, kesiapan pengeringan, hingga skema serap panen bersama simpul kelembagaan koperasi.
Konsolidasi Gagasan: Pangan sebagai Pondasi Martabat Bangsa
Penyelenggaraan panen raya perdana ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda seremonial panen, melainkan sebagai ruang konsolidasi lintas pemangku kepentingan untuk menegaskan bahwa kedaulatan pangan adalah pilar mendasar kedaulatan bangsa.
"Pangan bukan semata-mata persoalan peningkatan angka produksi, melainkan menyangkut martabat, kemandirian ekonomi petani, dan keberlanjutan masa depan bangsa. Panen raya PS-08 di Carita ini menjadi simbol nyata bahwa semangat bela negara dapat tumbuh subur dari pematang sawah dan kerja kolektif para petani lokal."
— Perwakilan Inisiator Program
Varietas PS-08 yang dikembangkan di kawasan ini telah menunjukkan ketahanan yang kuat terhadap anomali cuaca lokal dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dengan malai padi yang terisi padat dan berbobot.
Matangnya Kesiapan Hulu hingga Hilir
Dalam peninjauan pra-panen tersebut, tim pelaksana memastikan empat kesiapan strategis:
- Kesiapan Teknis Lapangan Pemetaan titik panen bertahap bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) guna menjaga mutu gabah hasil petik.
- Standardisasi Mutu Pascapanen Koordinasi pengawasan mutu gabah di bawah standar komoditas yang dikelola PT. Bhakti Bela Negara.
- Kesiapan Penyerapan Pasar Koperasi Penataan alur distribusi melalui Koperasi Produsen Garuda Bhakti Bela Negara agar hasil panen memiliki kepastian harga dan pasar yang adil.
- Alokasi Tanggung Jawab Sosial Penyiapan alokasi terencana sebagian hasil panen untuk mendukung operasional unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bagi masyarakat perdesaan sekitar.
Keberhasilan penanaman 753 hektare di kawasan Carita ini diharapkan menjadi model percontohan (pilot project) yang dapat direplikasi ke berbagai kabupaten/kota lain di Indonesia dalam rangka mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.